Tujuh Tanda Tembok Harus Dicat Ulang

119 views

1731104620X310

Jangan abaikan cat rumah minimalis Anda! Rumah minimalis juga tentu harus diperhatikan keindahannya. Jika Anda menemukan tanda-tanda berikut ini di tembok rumah Anda, berarti ada masalah yang terjadi baik pada cat tembok ataupun dinding Anda itu sendiri. Untuk menjaga keindahan rumah, segera lakukan pengecatan ulang. Berikut ini ada beberapa permasalahan yang sering terjadi pada tembok rumah Anda beserta dengan solusi dari permasalahan tersebut.

  1. Pengelupasan

Hal ini bisa diakibatkan oleh dua hal, yang pertama adalah kebersihan tembok pada saat sedang dicat, atau karena penggunaan acian dengan kualitas yang rendah. Jika yang terjadi adalah flaking, maka yang terkelupas adalah bagian catnya saja yang disebabkan karena adanya kandungan minyak pada tembok sehingga cat dinding tidak dapat menempel dengan baik. Lain halnya dengan crackingyang menunjukkan pengelupasan acian dan berarti bahwa kualitas acian yang digunakan tidak berkualitas tinggi. Sebelum melakukan pengecatan ulang, ampelaslah tembok yang bermasalah tersebut sampai bersih dari kotoran-kotoran. Lakukan pengacian ulang untuk tembok yang mengalami cracking.

  1. Penggelembungan

Proses pengecatan yang salah dapat mengakibatkan penggelembungan pada tembok. Bisa saja diakibatkan oleh acian yang masih belum kering secara sempurna atau proses pengecatan ulang yang terlalu cepat. Hal yang sama dilakukan juga dengan tembok dengan masalah seperti ini. Sebelum dilakukan pengecatan ulang, bersihkan tembok dengan mengampelasnya terlebih dahulu.

  1. Pengapuran

Jika ketika Anda menyentuh tembok dan malah meninggalkan kapur-kapur berwarna di tangan Anda, ini bisa disebabkan karena ternyata cat tersebut tidak kuat terhadap sinar matahari, misalnya karena menggunakan cat interior untuk keperluan eksterior. Karena itu, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu sebelum melakukan pengecatan ulang. Apakah hal itu karena penggunaan cat yang salah atau karena hal yang lain. Jangan lupa untuk menggunakan cat sesuai dengan peruntukannya.

  1. Penyabunan

Gumpalan cat tembok yang lunak di dinding Anda disebut dengan saponifikasi atau penyabunan. Hal ini karena tingkat kebasaan pada tembok tersebut yang cukup tinggi. Sehingga saat pengecatan berlangsung, hasilnya menjadi tidak maksimal. Sebelum melakukan pengecatan ulang, bersihkan tembok dari cat yang lama sampai debu dan kotoran tersebut hilang. Lalu gunakan alkali-kiler agar kadar basa di tembok dapat kembali menjadi normal. Setelah itu, lapis lagi dengan cat biasa.

  1. Pengkristalan

Hal ini kurang lebih sama dengan masalah yang terjadi pada tembok yang mengalami saponifikasi. Perbedaannya adalah dalam hal ini, kandungan alkalinya membentuk garam dan terbawa di permukaan tembok sehingga terbentuk kristal-kristal. Hal ini terjadi didukung oleh lingkungan yang lembap. Karena permasalahan yang sama, begitu pula dengan penyelesaian masalahnya. Gunakan lapisan alkali-killer terlebih dahulu.

  1. Waterspot

Rembesan air dari tembok atau dinding akan menimbulkan bercak-bercak basah pada cat. Ini biasanya disebabkan karena adanya kebocoran saluran air yang berada di dalam tembok, atau rembesan air dari bagian luar tembok. Bercak-bercak air yang lembap juga dapat memicu pertumbuhan jamur dan lumut di tembok tersebut. Cara untuk menghilangkannya adalah dengan mengelupas cat yang memiliki bercak tersebut lalu melapisinya terlebih dahulu dengan pelapis anti bocor.

  1. Bekas Kuas

Hal ini memang sangat wajar terjadi karena untuk mengecat tembok memerlukan kuas. Namun, ini terjadi karena beberapa hal. Di antaranya adalah karena kualitas kuas cat yang rendah, bahkan kualitas dari cat itu sendiri juga rendah. Teknik pengecatan yang salah juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Karena itu, setelah mengetahui penyebab permasalahan ini, beli lah kuas cat dengan kualitas yang baik dan gunakan cat dengan kualitas yang baik pula.